Perbedaan antara Compiler dan Interpreter dalam Pemrograman

Untuk menjadi seorang programmer handal kita tidak perlu mengetahui rincian seluruhnya cara komputer itu bekerja, namun memahami prinsip-prinsip pokoknya akan sangat membantu langkah kita menuju ke menempatkan program ciptaan kita beraksi.

Ingat bahwa program adalah urut-urutan perintah yang mengatakan kepada komputer apa yang harus mereka kerjakan. Maka tak pelak lagi kita harus bisa menyediakan perintah-perintah itu dalam bahasa yang bisa dimengerti oleh komputer (bahasa mesin). Itulah mengapa menciptakan program membutuhkan bahasa pemrograman.

Bahasa Tingkat Rendah dan Bahasa Tingkat Tinggi 

Terdapat golongan bahasa pemrograman tingkat rendah dan ada pula yang tingkat tinggi. Bahasa tingkat rendah berarti lebih dekat ke bahasa mesin, sebaliknya bahasa tingkat tinggi berarti lebih dekat ke bahasa sehari-hari manusia, dalam hal ini bahasa inggris.

Mengkompilasi Program

Program yang ditulis oleh programmer sering disebut sebagai kode sumber (source code). Untuk mengubahnya ke bentuk lain yang bisa dijalankan secara langsung (executable) kita membutuhkan Compiler.

Compiler adalah program kompleks komputer yang mengambil progam lain yang ditulis dalam bahasa tingkat tinggi dan menterjemahkannya kedalam program yang sepadan dalam bahasa mesin komputer.


Interpreter

Selain dikompilasi, program juga dapat dieksekusi secara langsung dengan memakai interpreter.

Interpreter adalah program yang mensimulasi komputer paham bahasa tingkat tinggi. Daripada menterjemahkan sumber program ke bahasa mesin yang sepadan, interpreter menganalisis dan mengeksekusi perintah-perintah kode sumber dengan perintah-perintah yang diperlukan.


Komentar